Biografi Drs. H. Muhammad Yusuf Tuali

yusuf tuali

Drs. H. Muhammad Yusuf Tuali, Lahir  di Mandar, Polewali Mandar, pada tanggal 10 April 1942. Pada waktu kecil dan mudanya mengenyam pendidikan antara lain di Sekolah Rakyat (SR) Campalagian, lulus pada tahun 1956, Kemudian melanjutkan pada SMP Majene, lulus pada tahun 1957, setelah itu belajar di SPMA Makassar, lulus pada tahun 1960. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan kuliah di STKIP Polewali dengan meraih gelar sarjana muda, kemudian melanjutkan di STIA LAN RI pada tahun 1977 hingga 1986.

Karirnya dimulai saat menjadi Pimpinan Kebun Hultikultura, lalu menjadi Kepala Dinas Pertanian Rakyat Kab. Mamuju tahun 1971, Pada tahun 1975-1983 dipercaya menjadi Kepala Pertanian Kabupaten Polewali Mamasa, kemudian pada tahun 1983-1948 sebagai Sekretaris Pimpro AD II P3DT di UP. Kemudian menjadi kepala seksi pengelolaan Air Sub Perluasan Area Tanaman Pangan Dati Sulawesi Selatan, Kemudian Menjadi Kepala Dinas Pertanian Kab. Polewali Mamasa tahun 1990.

Semasa muda ia aktif mengikuti berbagai macam Kursus, Pendidikan dan Penataran. diantaranya.  Pelatihan Mode Tata Penyuluhan, Refreshing Course, Kursus Hultikultura, Kursus Tiam Operasi  Benih Penataran P4 Tingkat A, Penatara Kepemimpinan Proyek Penghijauaan, Penataran Pengawasan Melekat, Pendidikan dan Latihan Kepala Diperta Se-Indonesia, Ujian Dinas TK III, Latgar Kepemimpinan MATRIKS Limnas, dan Telah Mengujungi Negara Malaysia, Thailand, Taiwan, Korea Selatan, Philipina, Untuk Studi Banding Serta Sebagai Training, Kursus dan Penataran Lainnya.

Yusuf Tuali menikah dengan Sitti Nurhayati dan dikaruniai anak antaranya Muhammad Ayyub, Rahmawati, Fahri, Ahmad Zaki, Fatmawati. H. M.Yusuf Tuali bersama keluarga tinggal di Jl. Andi Depu No 131 Polewali, meskipun saat ini berstatus Pensiunan PNS, perjalanan karirnya tidak main-main, penuh dengan berbagai prestasi dan kebanggaan. Adapun Penghargaan yang pernah diraih baik Lokal maupun Nasional. Yaitu Piagam Penghargaan pada Tahun 1983 Dari Gubernur Sulawesi Selatan Sebagai Pembina Team Koordinasi Pengadaan Pangan, dan Indonesia Parlement Award Dari Charisma Indonesia The International Foundation Di Jakarta.

Dibidang Politik ia Pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golongan Karya Kab. Polmas. Hingga menjadi Wakil Ketua DPRD Kab. Polmas. Kemudian sukses menjadi Wakil Bupati Polewali Mamasa tahun 2004-2009 berpasangan dengan H. Andi Ali Baal Masdar. Yang saat itu lewat pemilihan Anggota DPRD Polewali Mamasa, ia memperoleh suara terbanyak dengan 22 Suara dari 40 Anggota DPRD Polmas dan mengalahkan pesaingnya waktu itu. Namun saat Pilkada selanjutnya ia mencalonkan sebagai Bupati Polewali Mandar bersama Sri Upiati Rauf sebagai wakilnya, namun ia belum terpilih sehingga membuat dirinya lebih fokus mengabdi kepada masyarakat Polewali Mandar melalui Persyarikatan Muhammadiyah.

Sewaktu masih muda ia aktif di Persyarikatan Muhammadiyah, berawal dari mengikuti Organisasi Kepaduaan Hizbul Wathan Muhammadiyah, kemudian pada tahun 1963 menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Polewali, dan saat itulah karirnya di Persyarikatan Muhammadiyah mulai aktif dan terbangun. Pada tahun 1978 menjabat Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Polewali Mamasa, Pelaksana Tugas Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Polewali tahun 1990, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polewali Mamasa tahun 1991-1995.

Pada tanggal 12 sampai 14 April 1996 di Gedung Serbaguna ‘Aisyiyah Wonomulyo di Jalan K.H. Muh. Saleh No 1. Berlansung Musyawarah Daerah Muhammadiyah Polewali Mamasa yang bertemakan “Peran dan Tugas Muhammadiyah dalam Pembangunan Polmas menyosong Abad XXI”, Muhammad Yusuf Tuali terpilih sebagai ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Polewali Mamasa Periode 1995-2000, menggantikan KH. Muhammad Said Halim BA. Kesuksesannya sebagai Ketua PDM Polmas membuat dirinya Kembali diamanahi sebagai Ketua PDM Polmas periode 2000-2005.

Pada Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan tahun 2006 tercetus wacana pemekaran Muhammadiyah Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Barat. Dengan alasan bahwa Provinsi Sulawesi Barat telah mekar dari Sulawesi Selatan. Saat itu pula peserta Musywil sepakat dengan pemekaran tersebut, hal ini pun ditindaklanjuti oleh PWM Sulsel, Drs. KH. Nasruddin Razak bersama Dahlan Yusuf serta 2 orang dari Makassar datang ke Wonomulyo untuk membahas pemekaran Muhammadiyah di Wilayah Selawesi Selatan dengan Muhammadiyah Sulawesi Barat. Rapat kemudian digelar bersama delegasi dari PW Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Saat itu, Pawennari Sikki selaku Ketua PC Muhammadiyah Wonomulyo yang memimpin rapat yang berlangsung di Kantor Muhammadiyah Jalan Jend. Sudirman No.166 Wonomulyo.

Rapat yang digelar pada pagi hari itu dihadiri oleh unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah dari Mamuju, Majene dan Polewali Mandar. Termasuk H. M. Yusuf Tuali, Mansur, S.Ag., H. Asly Kaduppa, Drs. H. Junaedi Mattu, Nursalam, Ridwan Badullah, Muhtar Efendy, Lukman Umar, H. Kaharuddin dan masih banyak lagi yang hadir. Pada kesempatan itu, para hadirin menyepakati H.M. Yusuf Tuali diangkat menjadi karateker Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat dan Mansur, S.Ag sebagai Sekretaris. H. M. Yusuf Tuali dipilih karena pertimbangan ketokohan dan saat itu, ia juga masih menjabat sebagai Wakil Bupati Polewali Mandar mendampingi Ali Baal Masdar untuk periode 2003-2008. H.Muh. Yusuf Tuali juga menerima kesepakatan itu sehingga Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan menindaklanjuti hasil rapat pada saat itu dengan mengirim nama-nama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Desember 2005 berlangsung Musyawarah Wilayah Sulawesi Barat di Masjid Ta’mir Muhammadiyah Wonomulyo. Muswil pertama ini menyepakati H. Muh. Yusuf Tuali sebagai Ketua PW Muhammadiyah Sulawesi Barat didampingi oleh Mansur, S. Ag., sebagai sekretaris. Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat ini dilantik pada hari Ahad tanggal 18 Februari 2006. Pelantikan Pimpinan dan Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat berlangsung di Lapangan Pancasila Pekkabata Kabupaten Polman, Pengurus PW Muhammadiyah Sulawesi Barat periode I ini diambil sumpahnya oleh Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Barat juga dilantik oleh Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Prof Dr. Hj. Chamamah Suratmo. Adapun yang menjadi ketua PW Aisyiyah Sulawesi Barat adalah Hj. Marwah Tasman. Pengukuhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat ini dirangkaikan dengan milad Muhammadiyah ke-97 se Sulawesi Selatan dan Barat. Ikut serta Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, KH. Badaruddin Pagim, yang sekaligus melepas dan menyerahkan secara resmi aset persyarikatan Muhammadiyah di wilayah provinsi Sulawesi Selatan yang ada di Sulawesi Barat diserahkan ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat.

Pada Musywil Muhammadiyah Sulbar selajutnya tahun 2010, Muh. Yusuf Tuali kembali terpilih sebagai ketua PWM Sulbar periode 2010-2015, dimasa jabatan sebagai ketua PWM Sulbar ia aktif menghadiri Acara Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Tanwir dan Muktamar) dan mengadakan berbagai kegiatan baik kegiatan keagamaan dan juga kegiatan pemberdayaan masyarakat, hingga pada Musywil Muhammadiyah selanjutnya dilaksanakan di Kabupaten Mamuju, Muh. Yusuf Tuali menyerahkan posisinya ke Dr. Wahyun Mawardi, S.Ag.,M.Pd. di masa-masa purna tugasnya di Muhammadiyah  walaupun sudah tidak berstatus sebagai pengurus Muhammadiyah, ia pasti akan menyempatkan waktu untuk menghadiri undangan Kegiatan Muhammadiyah.

Pada proses pendirian Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Kabupaten Polewali Mandar ia sangat antusias dan bersemangat mewujudkan perguruan Tinggi Muhammadiyah di Tanah kelahirannya Polewali Mandar hingga ia kembali diamanahi menjadi Ketua Badan Pembina Harian Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Periode 2019-2023, kerja kerasnya bersama dengan pengurus BPH lainnya dan dibantu oleh keluarga besar Muhammadiyah Polewali Mandar akhirnya sukses mendirikan Kampus Perguruan Tinggi Muhammadiyah ke dua di Sulawesi Barat Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar yang sebelumnya telah ada STIE Muhammadiyah Mamuju kini menjadi Universitas Muhammadiyah Mamuju.

 

Penulis : Agung Hidayat Mansur

(Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi PWM Sulawesi Barat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.